Nationalpost.id

Jelas, Aktual, Terlengkap dan Terpercaya

Terbatasnya Anggaran perlu ditingkatkan lagi Anggarannya, Concern H. Oleh Soleh, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat DAPIL 15 : KABUPATEN TASIKMALAYA & KOTA TASIKMALAYA

5 min read
Bagikan Berita

100,418 total views, 7 views today

NationalPost, Rabu, 12 Januari 2020 20:00 PM,

H. Oleh Soleh, S.H sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat DAPIL 15 Kab. TASIKMALAYA & KOTA TASIKMALAYA mengatakan, “Masih Terbatasnya Anggaran Hingga Gebrak Meja walau sudah menemui Presidan dan Wakil Presiden RI di Istana Bogor namun masih terbatas Anggarannya,” ujarnya di Acara Silaturahmi Masyarakat Jawa Barat, Rabu, (12/02/2020).

Wujud nyata H. Oleh Soleh, S.H. sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dengan mengapresiasikan Acara Program Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019 yang kali ini diselenggarakan di Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, mulai Selasa (15/10/2019).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H Oleh Soleh SH mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk peran serta pemerintah dalam menyukseskan Jabar Juara Lahir Bathin. Selain itu juga dalam rangka menyambut Hari Santri pada 22 Oktober nanti.

“Yang paling penting adalah bagaimana untuk menjaga kultur dan tradisi ‘sorogan’ atau dengan
‘ngalogat’ Kitab Kuning yang kini sudah mulai memudar,” ujar Oleh seusai mengikuti pembukaan MQK 2019.

Bahkan, lanjut dia, adanya pemahaman bahwa belajar agama cukup dengan membaca ataupun berselancar di dunia maya untuk mendalami agama justru memberikan pengaruh ke arah yang salah. Sehingga terjadi pemaknaan hukum-hukum islam yang melenceng dari yang sesungguhnya.

“Sebagai contoh dalam memaknai jihad yang cenderung melenceng akibat salah tafsir. Sehingga
menimbulkan faham radikalisme,” katanya.

Dewan berharap, MQK ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab semua umat islam. Peran serta dan kewajiban pemerintah untuk menjalankan kegiatan tersebut.

“Pemerintah harus supporting fasilitas dan pembiayaannya,” katanya.

Acara ini dihadiri sekitar 279 orang  peserta yang hadir di antaranya terdiri dari unsur Anggota DPR RI dapil Jawa Barat sebanyak 91 orang, empat Anggota DPD RI utusan Jawa Barat, 27 Bupati/Walikota se Jawa Barat, 27 Ketua DPRD Kabupaten/Kota se Jawa Barat, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, 17 orang Menteri dan Pejabat Pusat Setingkat Eselon I asal Jawa Barat dan 35 orang sesepuh dan tokoh Jawa Barat.

Terdaftar dalam undangan, menteri kordinator bidang perekonomian  (Airlangga Hartanto), menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Teten Masduki), Menteri BUMN (Erick Tohir), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) dan Jaksa Agung (ST Burhanudin) yang berada dalam daftar 17 orang menteri dan pejabat pusat setingkat eselon I asal Jabar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Anggota DPR Dede Yusuf hadir dalam Forum Silaturahmi Masyarakat Jawa Barat. Keduanya sempat menari jemplang harepan.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Anggota DPR Dede Yusuf hadir dalam Forum Silaturahmi Masyarakat Jawa Barat. Keduanya sempat menari jemplang harepan.

“Jadi kita ada rembuk bersama bagaimana Jawa Barat ini harus maju dengan kekompakan dari peran masing-masing secara politis. Kita kan belum pernah silaturahmi dengan anggota DPR asal jabar, DPD Jabar, mungkin belum semua paham visi Jabar juara lahir batin, dengan itu momentumnya besok (Rabu ini).  Sehingga Jabar bisa dibantu dari pusat, melalui pemerintah pusat, atau dari parlemen,”ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Selasa, 11 Februari 2020.

Menurut dia, karena yang mewakili Jabar ini banyak sekali, 91 orang, dalam rembukan tersebut akan ada dialog.

“Tapi bukan tentang dari gubernur, justru yang merindukan berdialog ini adalah tokoh-tokoh. jadi forum itu tokoh-tokohnya Jabar berdialog dengan para yang terhormat yang mewakili rakyat Jabar,”kata dia.

Ridwan mengaku, dirinya hanya menjadi salah satu peserta yang menceritakan kondisi terkini dari Jabar. Diharapkan setelah itu ada kesepahaman, dan komunikasi baik.

“Nah akhirnya turunlah bantuan-bantuan kan. Goals teknisnya penambahan dukungan politik dan anggaran. Jangka panjangnya komunikasi tokoh-tokoh dengan anggota dewan terjalin dengan sebegitu rupa,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam RPJMD 2018 – 2023 telah menetapkan 9 Program Prioritas (meningkatkan akses pendidikan untuk semua, desentralisasi pelayanan kesehatan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, mengembangkan destinasi dan infrastuktur pariwisata, mewujudkan pesantren juara, meningkatkan infrastuktur konektivitas wilayah, gerakan membangun desa, memberikan subsidi gratis untuk golongan ekonomi lemah, meningkatkan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah).

Keberhasilan dalam pelaksanaan program prioritas ini tentunya perlu dukungan dari berbagai pihak dan yang paling strategis adalah dari legislatif tingkat pusat atau DPR RI.

Oleh karena itu perlu ada cara untuk mendapatkan dukungan tersebut yang diyakini akan timbul dari anggota DPR RI yang daerah pilihannya adalah Jawa Barat yang akan dilakukan melalui pertemuan yang dikemas dalam Kegiatan Forum Silaturahmi Tokoh masyarakat Jawa Barat yang ada di DKI Jakarta.

Dukungan akan lebih kuat lagi dengan mengikutsertakan dari unsur lainnya seperti para Menteri Kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024, para seniman, para pengusaha sukses yang berasal dari Jawa Barat yang berada di DKI Jakarta.

Dengan demikian keterlibatan dan dukungan dari para legislatif tingkat pusat dan unsur-unsur lainnya akan dirasakan memberikan keuntungan dalam menunjang program Pemerintah Provinsi Jawa  Barat dan menjadi bagian dalam percepatan pembangunan di Jawa Barat dan pada akhirnya bermuara  kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Acara Forum Silaturahmi Masyarakat Jawa Barat ini turut dihadiri oleh Moh. Soleh, Ketua DPRD Jabar.

Sinergi dan komitmen semua stakeholder Jawa Barat (Jabar), mulai dari anggota DPR RI Dapil Jabar, DPD RI utusan Jabar, pemerintah daerah (pemda), sampai seniman, adalah kunci pembangunan Jawa Barat.

Dengan berbasis local wisdom, roda pemerintahan dan pembangunan Jabar diyakini akan berputar semakin cepat.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar Hermansyah mengatakan, guna membangun sinergi dan komitmen tersebut, Pemda Provinsi Jabar menggelar pertemuan dengan semua stakeholder Jabar dalam Forum ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar pertemuan dengan semua stakeholder Jawa Barat dalam Forum Silahturahmi Tokoh Masyarakat Jawa Barat Tahun 2020 dengan tema ‘Rempug Jukung Sauyunan Pikeun Ngawujudkeun Jabar Juara Lahir Batin’, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jawa Barat Hermansyah mengatakan forum tersebut dilakukan untuk menyampaikan sembilan program prioritas pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat sebagaimana tertuang dalam RPJMB 2018-2023.

“Kami berharap, dengan silahturahmi, semua stakeholder Jabar yang berkarier di ibu kota, baik sebagai DPR RI, seniman, pejabat kementerian, dan tokoh masyarakat, memberikan dukungan untuk mewujudkan visi Jabar Juara Lahir Batin,” kata Hermansyah dalam keterangan tertulisnya.

Adapun kesembilan program prioritas tersebut antara lain, pertama, yaitu meningkatkan akses pendidikan untuk semua. Kedua, desentralisasi pelayanan kesehatan.

Kemudian meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Keempat, mengembangkan destinasi wisata dan infrastruktur pariwisata. Kelima adalah mewujudkan pesantren juara.

Selanjutnya, meningkatkan infrastruktur konektivitas wilayah. Ketujuh, gerakan membangun desa. Lalu, memberikan subsidi gratis untuk golongan ekonomi lemah. Terakhir, meningkatkan inovasi pelayanan publik dan penataan.

“Dukungan itu bisa mengakselerasi keberhasilan dalam pelaksanaan program prioritas Pemda Provinsi Jabar yang sudah ada dalam RPJMD. Jika program prioritas terwujud, maka kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dipastikan akan terus meningkat,” tambahnya.

Forum silahturahmi tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, selain itu acara tersebut juga dihadiri anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat, anggota DPD RI utusan Jawa Barat, menteri asal Jawa Barat, bupati/wali kota se-Jawa Barat, ketua DPRD kabupaten dan kota se-Jawa Barat, ketua dan wakil ketua DPRD Jawa Barat, seluruh OPD Jawa Barat, seniman dan budayawan Jawa Barat, serta tokoh masyarakat.

Dalam acara bertema ‘Rempug Jukung Sauyunan Pikeun Ngawujudkeun Jabar Juara Lahir Batin’, 9 program prioritas yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023 akan menjadi topik utama. Pertama adalah meningkatkan akses pendidikan untuk semua. Kedua, desentralisasi pelayanan kesehatan.

“Keterlibatan dan dukungan dari para legislatif tingkat pusat dan unsur-unsur lainnya akan dirasakan memberikan keuntungan dalam menunjang program Pemda Provinsi Jabar dan menjadi bagian dalam percepatan pembangunan di Jabar,” jelasnya.(red)